Langsung ke konten utama

Stres kerja

Stres kerja adalah tanggapan atau respon individu ketika dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan pekerjaan: 

  • yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan dan 
  • yang menantang kemampuan individu untuk mengatasinya.

Stres kerja timbul sebagai akibat persepsi dan penilaian individu terhadap potensi bahaya dari suatu stimulus atau stresor atau faktor risiko psikososial di tempat kerja.

Beberapa faktor risiko psikososial di tempat kerja:

  • Beban kerja yang berlebihan
  • Konflik dengan rekan kerja atau atasan
  • Kekurangan kontrol atau kekuasaan dalam pekerjaan
  • Ketidakpastian
  • Lingkungan kerja
  • Keterbatasan sumber daya untuk menyelesaikan tugas, 
  • Kelelahan emosional akibat tugas-tugas yang menuntut emosi

Keberadaan faktor risiko psikososial di tempat kerja tidak otomatis menimbulkan stres kerja. 

Stres kerja muncul sepenuhnya dari persepsi individu (baik akurat atau tidak akurat) dari hubungan individu dengan lingkunganya. Persepsi individu ini melibatkan:

  • penilaian faktor risiko psikososial yang ada dan 
  • penilaian kecukupan sumber daya koping

Ketidakseimbangan ini memunculkan pengalaman stres dan respons stres. Persepsi ancaman muncul ketika tuntutan yang dikenakan pada individu dinilai melebihi kemampuannya untuk mengatasi tuntutan tersebut. Pengalaman stres dan respons stres yang timbul mungkin bersifat fisiologis dan/atau perilaku. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan berat badan dan obesitas

Untuk mengetahui apakah individu mengalami kelebihan berat badan adalah dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) menggunakan rumus berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (m) kwadrat , sehingga satuan IMT adalah  kg/m 2 . Terdapat dua jenis penggolongan hasil perhitungan IMT, yaitu menurut WHO ( World Health Organization ) dan asia pasifik .  Pada 2018, penduduk dewasa Indonesia yang memiliki IMT kelebihan berat badan adalah 13,6 dan obesitas adalah 21,8%, sehingga total penduduk dewasa yang memiliki IMT kelebihan berat badan dan obesitas adalah 35,4%, artinya sekitar 1 dari 3 penduduk dewasa mengalami masalah kelebihan gizi .  Kecenderungan individu untuk mengalami kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan dengan beberapa faktor sosio-demografi seperti: Lebih umum dijumpai di perkotaan daripada pedesaan Pekerjaan yang tak menuntut banyak gerak  Aktivitas fisik yang lebih rendah pada waktu luang Perempuan Tingkat kesejahteraan rumah tangga Jenis industri te...

Pemantauan berkala pajanan tempat kerja

Dalam Permenaker nomor 5 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan kerja maupun Permenkes nomor 70 tahun 2016 tentang standar dan persyaratan kesehatan lingkungan kerja industri tidak diatur frekuensi  pemantauan berkala pajanan tempat kerja .  Melakukan pemantauan berkala pajanan tempat kerja bermanfaat untuk dilakukan jika pengendalian pajanan juga dilakukan. Dalam praktik, strategi pemantauan berkala pajanan tempat kerja dimaksudkan untuk melengkapi sistem manajemen lain yang harus mendeteksi perubahan ketika perubahan terjadi, atau bahkan sebelum perubahan terjadi. Pada program pemantauan berkala pajanan tempat kerja , frekuensi pemantauan tergantung pada peringkat pajanan dan peringkat efek kesehatan yang ditimbulkan oleh pajanan tersebut, sedangkan jumlah sampel tergantung pada jumlah pekerja dalam SEG dan hasil pemantauan baseline atau hasil pemantauan sebelumnya   (lihat postingan sebelumnya) . Contoh frekuensi pemantauan berkala pajanan...

Interpretasi hasil analisis statistika pajanan lingkungan kerja

Dalam postingan Statistik data hasil pemantauan pajanan lingkungan kerja (professional-hse.blogspot.com)  sudah disampaikan statistik yang harus dihitung saat menganalisis data hasil pengukuran pajanan di lingkungan kerja.  Di bawah ini adalah contoh interpretasi hasil pengukuran pajanan benzene dengan passive sampler pada 12 pekerja dengan level of detection 0,033 ppm. Kita lihat bahwa statistik rerata aritmatika dan rerata aritmatika dengan pendekatan maximum likelihood estimation (MLE) tidak berbeda jauh, akan tetapi jika diperhatikan rentang nilai minimum - maksimum (0,034 - 0,507 ppm) lebih besar dibandingkan rentang nilai batas bawas - atas (0,124 - 0,395). Rerata geometris, yang tidak terpengaruh oleh pencilan, lebih kecil dibandingkan kedua rerata aritmatika.  Variabilitas pajanan dapat dinilai dengan statistik simpang baku geometris. Pada contoh di atas terlihat bahwa nilai simpang baku geometris di atas 1,5 tetapi lebih kecil dari 2,5 dengan demikian vari...