Langsung ke konten utama

Stres kerja

Stres kerja adalah tanggapan atau respon individu ketika dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan pekerjaan: 

  • yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan dan 
  • yang menantang kemampuan individu untuk mengatasinya.

Stres kerja timbul sebagai akibat persepsi dan penilaian individu terhadap potensi bahaya dari suatu stimulus atau stresor atau faktor risiko psikososial di tempat kerja.

Beberapa faktor risiko psikososial di tempat kerja:

  • Beban kerja yang berlebihan
  • Konflik dengan rekan kerja atau atasan
  • Kekurangan kontrol atau kekuasaan dalam pekerjaan
  • Ketidakpastian
  • Lingkungan kerja
  • Keterbatasan sumber daya untuk menyelesaikan tugas, 
  • Kelelahan emosional akibat tugas-tugas yang menuntut emosi

Keberadaan faktor risiko psikososial di tempat kerja tidak otomatis menimbulkan stres kerja. 

Stres kerja muncul sepenuhnya dari persepsi individu (baik akurat atau tidak akurat) dari hubungan individu dengan lingkunganya. Persepsi individu ini melibatkan:

  • penilaian faktor risiko psikososial yang ada dan 
  • penilaian kecukupan sumber daya koping

Ketidakseimbangan ini memunculkan pengalaman stres dan respons stres. Persepsi ancaman muncul ketika tuntutan yang dikenakan pada individu dinilai melebihi kemampuannya untuk mengatasi tuntutan tersebut. Pengalaman stres dan respons stres yang timbul mungkin bersifat fisiologis dan/atau perilaku. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Statistik data hasil pemantauan pajanan lingkungan kerja

Data hasil pemantauan dapat diinterpretasikan dengan hanya membandingkan hasil perhitungan statistik deskriptif dengan NAB (Nilai Ambang Batas) jika semua data yang ada lebih rendah dari 0,1 NAB atau di atas NAB. Tetapi ketika data hasil pemantauan mendekati atau mencakup NAB, maka statistik inferensial seperti persentil ke-95 harus dihitung untuk membantu dalam pengambilan keputusan.  Statistik deskriptif yang harus secara rutin dihitung untuk semua data pajanan adalah: Pajanan maksimum Pajanan minimum Rentang pajanan Persen pajanan lebih besar dari NAB Rata-rata pajanan Simpang baku pajanan Rata-rata dari pajanan transformasi log alami Simpang baku dari pajanan transformasi log alami Rata-rata geometris Simpang baku geometris Statistik inferensial Persentil ke-95 Upper tolerance limit Exceedance fraction

Persentil ke-95

Perhatikan ilustrasi berikut ini untuk memahami apa yang dimaksud dengan persentil ke-95. Misalkan: setiap tahun, seorang pekerja bekerja 100 hari. Berapa hari yang dapat diterima untuk pajanan melebihi NAB tanpa respirator jika kita mengumpulkan data pemantauan personal pada pekerja tersebut selama 100 hari?  Kita tentu mengharapkan bahwa selama 100 hari bekerja tersebut, pajanan yang melebihi NAB tanpa respirator adalah 0 hari. Target jumlah hari dengan pajanan yang melebihi NAB tanpa respirator berdasarkan konsensus profesional adalah tidak lebih dari 5 hari dari 100 hari , yaitu persentil ke-95 . Jadi 5/100 (5 hari dari 100 hari) di atas NAB dan 95/100 (95 hari dari 100 hari) di bawah NAB.  Dari keterangan di atas: Persentil ke-95 adalah persentase hari di mana pajanan berada di bawah NAB Exceedance fraction 5% adalah persentase hari di mana pajanan berada di atas NAB Dalam praktik sehari-hari tidak mungkin kita melakukan pengukuran pajanan personal setiap hari. Dari be...

Interpretasi hasil biomonitoring

S ecara konvensional, konsentrasi biomarker urin (misalnya: S-PMA, HA, dan MHA) dikoreksi terhadap tingkat hidrasi untuk menghasilkan konsentrasi biomarker terkoreksi. Rumus yang digunakan adalah: Untuk dapat menggunakan rumus tersebut maka terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu konsentrasi kreatinin urin antara 0,3 – 3 g/l .  Pada rumus di atas, konsentrasi kreatinin urin sebagai penyebut, dengan demikian jika penyebut semakin kecil maka hasil bagi semakin besar dan sebaliknya jika penyebut semakin besar maka hasil bagi semakin kecil. Dengan perkataan lain, jika konsentrasi kreatinin urin lebih kecil dari 0,3 g/l maka konsentrasi biomarker terkoreksi akan lebih besar dari seharusnya dan sebaliknya jika konsentrasi kreatinin urin lebih besar dari 3 g/l maka konsentrasi biomarker terkoreksi akan lebih kecil dari seharusnya. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan dalam interpretasi data hasil pengukuran biomarker tersebut. Perlu juga diketahui bahwa rumus tersebut mengasumsikan...