Langsung ke konten utama

Manajemen risiko pajanan yang efektif dan efisien

Manajemen risiko pajanan yang efektif adalah memastikan bahwa tidak ada pekerja yang terpajan pada tingkat risiko yang tidak dapat diterima. Adapun manajemen risiko pajanan yang efisien berarti melakukannya dengan biaya serendah mungkin

Hasil penilaian risiko selalu mengandung kemungkinan salah. 

  • Jika hasil penilaian bahwa tingkat risiko rendah padahal tingkat risiko sesungguhnya tinggi, maka pekerja berada pada bahaya yang lebih besar tanpa ada pengendalian yang dilakukan. 
  • Jika hasil penilaian bahwa tingkat risiko tinggi padahal tingkat risiko sesungguhnya rendah, maka akan terjadi pengendalian pekerja dan produksi yang tidak perlu yang mengakibatkan pengeluaran biaya pengendalian yang tidak perlu. 

Strategi manajemen risiko pajanan yang dirancang dengan baik akan menghasilkan data yang baik, memungkinkan manajemen risiko pajanan menjadi efektif dan efisien, tidak bias, dan dengan tingkat ketidakpastian yang rendah sehingga menghasilkan keputusan yang sesuai. Sebaliknya, strategi manajemen risiko pajanan yang dirancang dengan tidak benar akan menghasilkan data yang tidak akurat, gagal melindungi pekerja, menyia-nyiakan sumber daya, bias, dan memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga menghasilkan keputusan yang salah

Tujuan manajemen dan penilaian pajanan yang komprehensif adalah memahami dan menatalaksana semua pajanan dengan:
  • Mendokumentasikan baik penilaian pajanan kualitatif maupun kuantitatif.
  • Menghasilkan keputusan tentang tingkat risiko pajanan yang akurat dan efisien. 
  • Melakukan manajemen risiko pajanan yang efektif dan efisien.
  • Menghasilkan prioritisasi risiko yang harus dikendalikan secara berkelanjutan.
  • Menghasilkan peningkatan pengelolaan pajanan secara berkelanjutan.
  • Mengidentifikasi similarly exposure groups (SEGs) kritis.
  • Mengantisipasi dan mengelola perubahan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interpretasi hasil analisis statistika pajanan lingkungan kerja

Dalam postingan Statistik data hasil pemantauan pajanan lingkungan kerja (professional-hse.blogspot.com)  sudah disampaikan statistik yang harus dihitung saat menganalisis data hasil pengukuran pajanan di lingkungan kerja.  Di bawah ini adalah contoh interpretasi hasil pengukuran pajanan benzene dengan passive sampler pada 12 pekerja dengan level of detection 0,033 ppm. Kita lihat bahwa statistik rerata aritmatika dan rerata aritmatika dengan pendekatan maximum likelihood estimation (MLE) tidak berbeda jauh, akan tetapi jika diperhatikan rentang nilai minimum - maksimum (0,034 - 0,507 ppm) lebih besar dibandingkan rentang nilai batas bawas - atas (0,124 - 0,395). Rerata geometris, yang tidak terpengaruh oleh pencilan, lebih kecil dibandingkan kedua rerata aritmatika.  Variabilitas pajanan dapat dinilai dengan statistik simpang baku geometris. Pada contoh di atas terlihat bahwa nilai simpang baku geometris di atas 1,5 tetapi lebih kecil dari 2,5 dengan demikian vari...

Pajanan lingkungan kerja berlebihan

Pajanan berlebihan terhadap zat kimia di tempat kerja yang dapat menyebabkan masalah kesehatan ketika pekerja terpajan dengan zat kimia tersebut terus-menerus. Hal ini dapat terjadi di tempat kerja di mana zat kimia tersebut diproduksi, diformulasikan, dan digunakan secara komersial. Lama pajanan meningkatkan risiko masalah kesehatan.  Definisi pajanan lingkungan kerja berlebihan adalah situasi lingkungan kerja yang memerlukan intervensi atau pengendalian yang dilakukan tidak baik.  Dalam bahasa statistik, pajanan berlebihan adalah kemungkinan pajanan rata-rata pekerja yang dipilih secara acak melebihi NAB. Artinya, kita harus menghitung karakteristik distribusi pajanan, dan membandingkan dengan NAB, di mana jika nilainya lebih besar atau sama dengan NAB maka karakteristik distribusi pajanan tersebut tidak dapat diterima ( unacceptable ). Pada lingkungan kerja dengan karakteristik distribusi pajanan yang unacceptable harus dilakukan tindakan pengendalian.  Beberapa karakt...

Statistik data hasil pemantauan pajanan lingkungan kerja

Data hasil pemantauan dapat diinterpretasikan dengan hanya membandingkan hasil perhitungan statistik deskriptif dengan NAB (Nilai Ambang Batas) jika semua data yang ada lebih rendah dari 0,1 NAB atau di atas NAB. Tetapi ketika data hasil pemantauan mendekati atau mencakup NAB, maka statistik inferensial seperti persentil ke-95 harus dihitung untuk membantu dalam pengambilan keputusan.  Statistik deskriptif yang harus secara rutin dihitung untuk semua data pajanan adalah: Pajanan maksimum Pajanan minimum Rentang pajanan Persen pajanan lebih besar dari NAB Rata-rata pajanan Simpang baku pajanan Rata-rata dari pajanan transformasi log alami Simpang baku dari pajanan transformasi log alami Rata-rata geometris Simpang baku geometris Statistik inferensial Persentil ke-95 Upper tolerance limit Exceedance fraction